Peran Inovasi Hijau dalam Pengembangan Ekonomi Sirkular melalui Pengelolaan Limbah Makanan dari UMKM di Kawasan Kampung Iklim di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.22515/policybrief.v1i1.45Keywords:
ekonomi sirkular, limbah makanan, UMKM, ProKlim, Sukoharjo, inovasi hijau, mitigasi iklimAbstract
Policy brief ini membahas isu kritis mengenai tingginya timbulan limbah makanan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) makanan di Kabupaten Sukoharjo, wilayah dengan Program Kampung Iklim (ProKlim) terbanyak di Jawa Tengah. UMKM di kawasan ProKlim menghasilkan rata-rata hingga 6,9 kg limbah organik per hari, yang jika tidak dikelola, berpotensi melepaskan emisi yang signifikan, bertentangan dengan tujuan mitigasi iklim ProKlim dan komitmen iklim nasional Indonesia. Pengelolaan limbah oleh UMKM saat ini masih belum memadai dan belum terintegrasi secara masif dengan program ProKlim yang ada, seperti Bank Sampah. Untuk mengatasi masalah ini, policy brief merekomendasikan implementasi ekonomi sirkular melalui replikasi praktik baik dari Desa Penglipuran (pemilahan sampah dan pengomposan berbasis masyarakat), penguatan kapasitas teknis dan edukasi nilai ekonomi limbah, serta pemberian insentif ekonomi hijau bagi UMKM. Strategi ini, didukung oleh penguatan regulasi dan kolaborasi multipihak, bertujuan untuk menargetkan penurunan timbulan limbah makanan minimal 30% dan emisi karbon 20% dalam tiga tahun, menjadikan Sukoharjo percontohan kabupaten yang berdaya saing dalam ekonomi sirkular sekaligus berkontribusi pada pencapaian target iklim nasional.









