Archiving Policy

Kebijakan Pengarsipan (Archiving Policy)

Policy Brief Agama dan Ilmu Sosial (PB AIS) berkomitmen untuk memastikan pelestarian jangka panjang dan aksesibilitas semua konten yang diterbitkan. Kebijakan pengarsipan kami dirancang untuk menjamin bahwa karya ilmiah yang kami terbitkan tetap tersedia secara permanen dan dapat ditemukan oleh generasi peneliti, sarjana, pembuat kebijakan, dan publik di masa depan. Kami memahami pentingnya pengarsipan digital yang aman dalam menjaga integritas dan nilai abadi dari catatan akademik.

Prinsip Pengarsipan Kami

  • Aksesibilitas Abadi (Perpetual Accessibility): Semua artikel yang diterbitkan oleh PB AIS akan tetap dapat diakses secara online tanpa batas waktu, bahkan jika jurnal berhenti terbit.

  • Redundansi dan Keamanan: Kami menggunakan berbagai strategi dan platform untuk memastikan redundansi dan keamanan arsip digital kami, memitigasi risiko kehilangan atau tidak teraksesnya data.

  • Pelestarian Catatan Ilmiah: Kebijakan kami bertujuan untuk melestarikan catatan ilmiah yang lengkap dan akurat, termasuk semua Versi Rekaman (Version of Record) untuk artikel yang diterbitkan.

  • Hak Penulis: Kami mendukung hak penulis untuk mengarsip sendiri karya mereka (self-archive), yang semakin berkontribusi pada penyebarluasan yang lebih luas dan pelestarian jangka panjang.

Mekanisme dan Strategi Pengarsipan

PB AIS memanfaatkan mekanisme berikut untuk memastikan pengarsipan yang komprehensif dan aman:

Jaringan Pelestarian Digital (Digital Preservation Networks)

PB AIS, sebagai jurnal yang biasanya menggunakan platform Open Journal Systems (OJS), memanfaatkan PKP Preservation Network (PKP PN). PKP PN menyediakan solusi pengarsipan yang terdesentralisasi dan terdistribusi, memastikan konten dilestarikan di berbagai lokasi di seluruh dunia. Jaringan ini mengarsip konten jurnal untuk menjamin pelestarian digital jangka panjangnya.

  • LOCKSS (Lots Of Copies Keep Stuff Safe): Kami mungkin juga berpartisipasi dalam atau menggunakan layanan yang memanfaatkan program LOCKSS. LOCKSS adalah perangkat lunak open-source yang dikembangkan oleh perpustakaan yang menyediakan cara yang aman, terdesentralisasi, dan terdistribusi bagi perpustakaan untuk mengumpulkan dan melestarikan konten resmi, memastikan kelangsungan hidup jangka panjangnya.

  • CLOCKSS (Controlled Lots Of Copies Keep Stuff Safe): Sebagai arsip gelap (dark archive), CLOCKSS melestarikan konten ilmiah berbasis web dan dipicu untuk merilis konten jika penerbit menghentikan operasi atau jika konten tidak lagi tersedia dari penerbit mana pun. Kami dapat menyumbangkan konten kami ke CLOCKSS untuk memastikan lapisan keamanan tambahan.

Cadangan Reguler (Regular Backups)

Infrastruktur hosting kami melakukan backup yang reguler dan kuat dari semua data jurnal, termasuk file manuskrip, metadata, dan informasi pengguna. Backup ini disimpan dengan aman dan diuji secara teratur untuk pemulihan.

Repositori Institusi (Jika Berlaku)

Jika jurnal berafiliasi dengan lembaga akademik (seperti UIN/IAIN/STAIN), salinan semua artikel yang diterbitkan juga dapat disimpan di Repositori Digital yang ditunjuk oleh institusi. Hal ini memberikan arsip tambahan yang stabil untuk konten jurnal.

Pengarsipan Mandiri Penulis (Author Self-Archiving - Green Open Access)

Sejalan dengan kebijakan Akses Terbuka kami (Lisensi Internasional Creative Commons Atribusi 4.0 - CC BY 4.0), penulis secara eksplisit diizinkan dan sangat dianjurkan untuk mengarsip mandiri Versi Terbitan (Version of Record) artikel mereka di repositori institusi mereka, situs web pribadi, atau repositori spesifik subjek (misalnya, SSRN, Academia.edu, ResearchGate). Praktik ini lebih lanjut meningkatkan aksesibilitas dan kemudahan penemuan penelitian jangka panjang. Saat mengarsip mandiri, penulis diminta untuk menautkan kembali (link back) ke artikel di situs web jurnal.

Pengidentifikasi Persisten (Persistent Identifiers)

Semua artikel yang diterbitkan diberikan Digital Object Identifier (DOI). DOI menyediakan tautan persisten ke lokasi artikel di internet, memastikan bahwa meskipun URL jurnal berubah, artikel masih dapat ditemukan. Ini adalah komponen penting dari aksesibilitas digital jangka panjang.

Akses dalam Kasus Jurnal Dihentikan

Dalam peristiwa yang tidak mungkin terjadi bahwa PB AIS menghentikan publikasi, langkah-langkah berikut akan memastikan akses berkelanjutan ke semua konten yang telah diterbitkan sebelumnya:

  • Aktivasi PKP PN / LOCKSS / CLOCKSS: Konten yang diawetkan di dalam jaringan ini akan menjadi dapat diakses publik melalui platform yang ditunjuk.

  • Pelepasan Repositori Institusi: Jika repositori institusi digunakan, konten akan tetap tersedia melalui platform tersebut.

  • Transfer ke Penerbit Baru: Upaya akan dilakukan untuk mentransfer arsip jurnal dan tanggung jawab editorial ke penerbit lain yang memiliki reputasi baik atau masyarakat ilmiah yang berkomitmen pada prinsip akses terbuka.