Kiai Abdul Qohhar Bayat Klaten : Napak Tilas Tokoh Mahaguru Spiritual Kasunanan Surakarta

Authors

  • Asrifah Nur Khasanah MAN 2 Klaten, Indonesia
  • Arya Bagus Nur Ajiyanto Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22515/alabsah.v2i1.135

Keywords:

Keywords: Kiai Abdul Qohhar, Bayat, Islamic historiography, cultural da’wah, Javanese spirituality.

Abstract

Artikel ini mengkaji, dari perspektif historis dan reflektif, sosok Kiai Abdul Qohhar sebagai seorang cendekiawan Islam karismatik dari  Ngruweng , Bayat,  Klaten , yang memegang  posisi penting  sebagai guru spiritual dalam lingkungan Kasunanan  Surakarta. Studi ini bertujuan untuk merekonstruksi peran dakwah dan warisan spiritual Kiai Abdul Qohhar melalui pendekatan historiografi kualitatif dengan menggabungkan sumber tertulis, tradisi lisan, dan observasi lapangan. Sumber utama penelitian ini meliputi Serat  Sesingir  yang ditulis oleh Paku  Buwono  IX, data media, dan wawancara dengan masyarakat setempat. Temuan menunjukkan bahwa Kiai Abdul Qohhar adalah utusan Paku  Buwono  IV dalam menyebarkan Islam di wilayah Bayat dan kemudian diakui sebagai guru spiritual istana kerajaan. Pendekatan dakwahnya bersifat budaya dan spiritual, tercermin dalam praktik  riyadhah ,  tradisi haul  , dan nilai-nilai kearifan lokal yang terus bertahan hingga saat ini. Studi ini juga  mengidentifikasi  masalah epistemologis dalam dominasi narasi lisan yang belum sepenuhnya didukung oleh sumber primer yang autentik. Jika direnungkan, Kiai Abdul Qohhar  mewakili  model dakwah Islam yang moderat, inklusif, dan patut dicontoh lintas generasi. 

 

References

Al-Ghazali. (2005). Ihya ulumuddin. Dar al-Kutub al-Ilmiyah.

Assmann, J. (2011). Cultural memory and early civilization. Cambridge University Press.

Azra, A. (2013). Jaringan ulama Timur Tengah dan kepulauan Nusantara abad XVII dan XVIII. Kencana.

Detik.com. (2025). Sejarah makam Kiai Abdul Qohhar di Bayat Klaten.

Durkheim, E. (1912). The elementary forms of religious life. Free Press.

Geertz, C. (1960). The religion of Java. University of Chicago Press.

Gottschalk, L. (2008). Mengerti sejarah (Nugroho Notosusanto, Trans.). UI Press.

Halbwachs, M. (1992). On collective memory. University of Chicago Press.

Kartodirdjo, S. (1992). Pendekatan ilmu sosial dalam metodologi sejarah. Gramedia.

Kuntowijoyo. (2005). Pengantar ilmu sejarah. Tiara Wacana.

Madjid, N. (1998). Islam, kemodernan, dan keindonesiaan. Mizan.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Muhaimin. (2006). Nuansa baru pendidikan Islam. RajaGrafindo Persada.

Nora, P. (1989). Between memory and history: Les lieux de mémoire. Representations, (26), 7–24.

Ricklefs, M. C. (2006). Mystic synthesis in Java: A history of Islamization from the fourteenth to the early nineteenth centuries. EastBridge.

Solopos. (2025). Tradisi haul dan jejak dakwah Kiai Abdul Qohhar.

Turner, V. (1969). The ritual process: Structure and anti-structure. Aldine Publishing.

Wahid, A. (2001). Pergulatan negara, agama, dan kebudayaan. Desantara.

Wawancara dengan tokoh masyarakat Desa Ngruweng. (2025). Wawancara pribadi.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Asrifah Nur Khasanah, & Arya Bagus Nur Ajiyanto. (2026). Kiai Abdul Qohhar Bayat Klaten : Napak Tilas Tokoh Mahaguru Spiritual Kasunanan Surakarta . Al-ABSAH, 2(1), 30–42. https://doi.org/10.22515/alabsah.v2i1.135

Issue

Section

Articles

Citation Check