Dari Determinisme Hingga Kebebasan: Mengkaji Makna Sejarah Dalam Dialektika Filsafat Modern

Belenggu Kausalitas dan Keteraturan Historis: Dominasi Determinisme, Peralihan Menuju Kebebasan: Menguatnya Peran dan Kesadaran Manusia sebagai Subjek, Kebebasan dalam Perspektif Postmodern, Etika, dan Konstruksi Makna, Sintesis dan Proyek Sejarah yang Belum Selesai

Authors

  • Aufa Pandawa UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22515/alabsah.v2i1.96

Keywords:

Filsafat Sejarah, Kebebasan Kehendak, Determinisme Teknologi, Qadar dalam Islam, Hermeneutika.

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji makna sejarah dalam perspektif filsafat dengan menyoroti ketegangan dialektis antara determinisme dan kebebasan kehendak manusia. Kajian ini berangkat dari asumsi bahwa sejarah tidak dapat dipahami semata-mata sebagai rangkaian peristiwa yang ditentukan oleh hukum kausalitas, struktur sosial, atau kekuatan transenden, melainkan juga sebagai hasil dari tindakan reflektif dan pilihan bebas manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian kepustakaan (library research) dengan pendekatan filosofis-analitis, melalui penelusuran dan analisis kritis terhadap pemikiran filsafat modern, kontemporer, serta perspektif keislaman mengenai sejarah, kebebasan, dan tanggung jawab moral. Hasil kajian menunjukkan bahwa determinisme, baik dalam bentuk kausal, historis, maupun teknologi, cenderung mereduksi peran manusia sebagai subjek sejarah. Sebaliknya, filsafat modern, eksistensialisme, pemikiran postmodern, filsafat bahasa, dan doktrin Qadar dalam Islam menawarkan kerangka sintesis yang menegaskan kebebasan sebagai syarat fundamental bagi makna, moralitas, dan tanggung jawab historis. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa makna sejarah lahir dari dialektika dinamis antara batas-batas struktural dan kebebasan manusia, sehingga sejarah dipahami sebagai proyek terbuka yang terus direkonstruksi melalui refleksi dan tindakan manusia.

References

Arif Fiandi. (2023). Analisis Pengaruh Filsafat Post Modern Terhadap Pendidikan. Mutiara : Jurnal Penelitian Dan Karya Ilmiah, 1(5), 349–359.

Kulyasin. (2025). Dasar Dasar Ilmu Sejarah. Sumatera Barat: GET PRESS INDONESIA.

Firdaus M. Yunus. (2011). KEBEBASAN DALAM FILSAFAT EKSISTENSIALISME JEAN PAUL SARTRE Firdaus M. Yunus Institut Agama. Jurnal Al-Ulum, 11(2), 267–282.

Griffin, D. R. A. Y., & Tutupary, V. D. (2016). Kebebasan kehendak (Free will). Jurnal Filsafatilsafat, 26(1).

Guinadi, V., Mulchand, M., Suryadi, S., & Tukiran, M. (2024). Simon Weil: Kebebasan dalam Dunia yang Deterministik. Jurnal Filsafat Indonesia, 7(2), 351–359.

Kabir, S. F. (2019). Kejahatan Dan Hukuman: Tantangan Filosofis Determinisme-Kausal Terhadap Pertanggungjawaban Pidana. Jurnal Hukum & Pembangunan, 49(2), 279.

Sujati, Budi. (2018) Konsepsi Pemikiran Filsafat Sejarah dan Sejarah Menurut Ibnu Khaldun. Jurnal Tamaddun, Vol. 6, No. 2.

Kholif. (2025). Hubungan Bahasa dan Makna dalam Perspektif Filsafat Bahasa Modern. Junal Pendidikan Sosial dan Humanior, Vol. 4, No. 4

Mariyah, S., Syukri, A., Badarussyamsi, B., & Fadhil Rizki, A. (2021). Filsafat dan Sejarah Perkembangan Ilmu. Jurnal Filsafat Indonesia, 4(3), 242–246.

Meisyaroh, S. (2013). Determinisme Teknologi Masyarakat Dalam Media Sosial. Jurnal Komunikasi Dan Bisnis, 1(1), 36–46.

Muhammad, M., & Arsyen, S. (2021). Facebook, Twitter Instagram & Whatsapp Sebagai Konsep Nyata Determinisme Teknologi Dalam Masyarakat. Al-Madaris Jurnal Pendidikan Dan Studi Keislaman, 2(1), 108–119.

Muqoddas, F. (1993). Kehendak Bebas Dalam Pandangan Para Filsuf Sebuah Problem Bidang Etika. Unisia, 13(20), 61–70.

Prayogi, A. (2022). Ruang Lingkup Filsafat Sejarah dalam Kajian Sejarah. SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Kajian Sejarah, 4(1), 1–10.

Sa’diyah, F., & Sani, A. (2023). Doktrin Qadar Dalam Islam: Memahami Dinamika antara Free Will dan Determinisme. ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research, 1(2), 11–23.

Siswadi, G. A. (2023). Konsep Kebebasan Dalam Pendidikan Perspektif Rabindranath Tagore Dan Relevansinya Bagi Pengembangan Sistem Pendidikan Di Indonesia. Padma Sari: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(02), 97–108.

Sutrisno. (2010). Filsafat Sejarah Agustinus.

Tutupary, V. D. (2016). Kebebasan Kehendak (Free Will) David Ray Griffin Dalam Perspektif Filsafat Agama. Jurnal Filsafat, 26(1), 136.

Wahyudi, A. (2019). Interpretasi Hermeneutika: Meneropong Diskursus Seni Memahami Melalui Lensa Filsafat Modern dan Postmodern. KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, Dan Sastra), 2(02), 51–79.

Downloads

Published

2026-03-26

How to Cite

Pandawa, A. (2026). Dari Determinisme Hingga Kebebasan: Mengkaji Makna Sejarah Dalam Dialektika Filsafat Modern: Belenggu Kausalitas dan Keteraturan Historis: Dominasi Determinisme, Peralihan Menuju Kebebasan: Menguatnya Peran dan Kesadaran Manusia sebagai Subjek, Kebebasan dalam Perspektif Postmodern, Etika, dan Konstruksi Makna, Sintesis dan Proyek Sejarah yang Belum Selesai. Al-ABSAH, 2(1), 21–29. https://doi.org/10.22515/alabsah.v2i1.96

Issue

Section

Articles

Citation Check