Integrasi Literasi Digital dan Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Meningkatkan Critical Thinking Mahasiswa di Era Artificial Intelligence

Authors

  • M. Thoriq Aziz Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia
  • Syamsul Ma’arif Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22515/alabsah.v2i1.137

Keywords:

Artificial Intelligence; Kritis; Literasi Digital; Mahasiswa; Pendidikan Islam.

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the integration strategies of digital literacy and Islamic educational values, alongside their implications for enhancing students' critical thinking skills amidst the massive utilization of Artificial Intelligence (AI). The research employed a descriptive qualitative method with a case study approach in an Islamic higher education institution. Data collection was carried out through in-depth interviews, participatory observation, and documentation of students' academic activities. The results indicated that the instant utilization of AI technologies risks degrading students' analytical sharpness. However, a curriculum reconstruction that blends digital literacy skills such as information validation and comparative thinking with Islamic epistemological values (the principles of tabayyun and tafakkur) proved effective as both an ethical filter and a stimulant for critical reasoning. The study concludes that the integration of technological and Islamic axiological aspects successfully transforms students' roles from mere consumers of AI platforms into critical and adaptive information evaluators. This integration model is recommended as a tactical blueprint for policymakers in Islamic higher education to effectively respond to digital technology disruptions.

Keywords: Artificial Intelligence; Critical Thinking; Digital Literacy; Islamic Education;  Undergraduate Students.

References

Anshari, M., Almunawar, M. N., & Shahrill, M. (2023). Generative AI in higher education: Opportunities, challenges, and the future of critical thinking. Journal of Educational Technology and Society, 26(3), 112–126. https://doi.org/10.1186/s41239-023-00411-x

Fauzi, A. R., Siregar, N., & Mukhtar, H. (2024). Rekonstruksi metode tabayyun dalam menyaring informasi berbasis artificial intelligence pada mahasiswa perguruan tinggi Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 9(1), 45–62. https://doi.org/10.25299/althariqah.2024.vol9(1).15201

Fitriani, S., & Nugroho, B. (2025). Akuntabilitas publik dan transparansi finansial sebagai determinan keberhasilan fundraising lembaga pendidikan. Jurnal Pembiayaan Pendidikan Modern, 13(1), 10–25.

Hidayat, T., & Sa’ida, N. (2025). Literasi digital Islami: Sebuah tantangan dan peluang kurikulum pendidikan Islam kontemporer. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 20(1), 89–104. https://doi.org/10.21043/edukasia.v20i1.18432

Mulyono, M., & Rohman, A. (2022). Strategi diversifikasi sumber pendanaan dalam meningkatkan mutu lembaga pendidikan Islam. Jurnal Manajemen Pendidikan, 10(2), 140–156.

Nata, A. (2021). Pendidikan Islam di era transformasi digital. PT RajaGrafindo Persada.

Prastowo, F. A. (2022). Transformasi fungsi komunikasi organisasi di era transformasi digital. Jurnal Komunikasi Profesional, 6(2), 130–145.

Pratama, R. (2023). Manajemen pembiayaan pendidikan di era disrupsi: Antara subsidi pemerintah dan kemandirian lembaga. Jurnal Administrasi Pendidikan, 14(3), 210–222.

Pratama, R., & Sari, N. (2024). Komunikasi konstitutif: Pendekatan baru dalam memahami budaya organisasi. Jurnal Komunikasi Ilmiah, 19(1), 22–37.

Rahman, A., & Siregar, M. (2024). Pengaruh penggunaan ChatGPT terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa ditinjau dari etika akademik Islam. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 12(2), 201–215. https://doi.org/10.36667/jppi.v12i2.1645

Rahmawati, E., & Fahmi, I. (2023). Profesionalisme fundraising pendidikan Berbasis filantropi: Pendekatan manajemen strategis keuangan. Jurnal Akuntabilitas Manajemen Keuangan, 11(1), 30–45.

Rizkinaswara, L., & Munir, M. (2023). Integrasi nilai-nilai Islam dalam literasi media baru untuk menangkal radikalisme digital di kalangan generasi milenial. Mudarrisa: Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 15(2), 130–148. https://doi.org/10.18326/mdr.v15i2.4021

Suhardi, A., & Wardani, K. (2024). Analisis manajemen hubungan masyarakat dan kemitraan strategis dunia usaha dalam fundraising sekolah swasta. Jurnal Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan, 11(2), 175–188.

Sujana, I. W., & Kasbullah, K. (2024). Pendidikan Islam menghadapi tantangan global era society 5.0 dan disrupsi artificial intelligence. Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 5(1), 22–37. https://doi.org/10.55623/jkik.v5i1.211

Suryadi, E., & Wahyuni, S. (2025). Transformasi pedagogi dosen PTKIN: Mengintegrasikan artificial intelligence dalam pembelajaran berbasis masalah. Manageria: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 10(1), 75–91. https://doi.org/10.14421/manageria.2025.101-05

Syaifuddin, A. (2024). Komunikasi pemasaran dan pendekatan fundraising dalam penguatan brand image sekolah unggulan. Jurnal Komunikasi Pendidikan Islam, 6(2), 85–98.

Zuhairini, Z., & Ghofur, A. (2022). Filsafat pendidikan Islam kontemporer: Tantangan sekularisme dan disrupsi digital. Jurnal Kajian Peradaban Islam, 5(2), 112–128.

Downloads

Published

2026-05-16

How to Cite

M. Thoriq Aziz, & Syamsul Ma’arif. (2026). Integrasi Literasi Digital dan Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Meningkatkan Critical Thinking Mahasiswa di Era Artificial Intelligence. Al-ABSAH, 2(1), 43–53. https://doi.org/10.22515/alabsah.v2i1.137

Issue

Section

Articles

Citation Check